~...~

Saturday, October 1, 2011

detik RAMADHAN menjelang SYAWAL


Tarikh    : 25 Ramadhan 1432 bersamaan 25 Ogos 2011
Tempat  : Pendang Lake Resort
Objektif : Ifthar Jama’ie bersempena Liqa Mahabbah Ramadhan.
“Jika si musafir mencari teman, carilah teman yang sabar diduga, Allah suka insan beriman, akhirat nanti nikmatnya syurga. Apalagi yg dperlukan bg sebuah persahabatan, jika di dalamnya terisi dengan jutaan rahmat Tuhan …bila menangis ada yang meredakan, bila gmbira ada yang mengingatkan,bila sakit ada yg mendoakn, bila sihat ada yang meraikan…alangkah hebatnya persahabatan,lagi hebat jika seiring dengan pjuangan…”
Pertemuan tertunai mahabbah tertaut. Alhamdulillah untuk kesekian nikmat syukur terhadap kurniaanNYA yang tak ternilai di atas sebuah pertemuan yang dibajai dengan penuh kaseh dan rahmatNYA. Sekali lagi kita berpeluang merasai nikmat kemanisan sebuah pertemuan bersama ukhuwwah yang sebenar. Kali ini, destinasi pilihan adalah tasik Pendang. Lokasi yang berbeza dari perancangan awalnya nyata memberi seribu satu hikmah buat seisinya. Check-in seawal jam 4 petang bagi menyempurnakan persiapan berbuka.
Menjelang petang, ramai sahabat yang datang untuk memeriahkan iftar tersebut. Walaupun terpaksa berangkut ke sana-sini, berpanas mentari malah ada yang menggigil kesejukkan dek hujan yang lebat melanda. Terharu tak terhingga atas komitmen ampa semua, you all wat I sayang korang lbey laa. Untuk pengetahuan sahabat yang lain, juadah berbuka pada hari tersebut ditaja sepenuhnya oleh ‘Encik Rozak Nasi Kandar’. Pergghh! Memang best lah nasi kandaq dia. Rindu nak makan sebenaqnya. Dulu masa form 3 kan selalu Hanim tapau balik asrama..hu3. sekitar jam 7 malam, juadah mula di agih dan dihidangkan. Masing-masing sungguh ringan tulang mempersiapkan persiapan berbuka. Almaklomlah kan, bebuka kenalah ‘on time’, lepas pada tu dah berat muatan suma nya.
Alhamdulillah, setelah selesai berbuka kami solat maghrib berjamaah dan diteruskan solat terawih yang dilangsungkan dalam ruang penginapan. Ada juga sebahagian kecil yang mengambil peluang untuk menyertai jemaah di masjid Pendang tetapi perkara tersebut tidak menjejaskan langsung objektif asalnya. Sesudah terawih, pakat sambung gebang balik.  Di kesempatan ruang yang terluang, kami berta’aruf semula sekadar menyingkap perkembangan terkini sahabat-sahabat. Ternyata dalam kesibukan belajar, kesibukan dengan amanah lebih mengujakan hati mereka. Ramai dikalangan mereka memikul beban amanah yang sangat penting untuk dipertanggungjawabkan. Namun diri ini masih mampu berbangga dengan ijtihad kalian. InsyaAllah moga kalian tergolong bersama orang-orang yang sabar~~aaamin.
Keesokan paginya, kami berkesempatan untuk menyempurnakan sahur bersama-sama. Check-out yang dijadualkan pada sekitar 9 pagi menjadikan masa terasa begitu singkat. Waktu berbaki dimanfaatkan dengan menguruskan diri masing-masing hinggalah ke detik perpisahan. Sungguh meresap ke dasar hati bahawa pedihnya detik perpisahan. Namun bibir kembali tersenyum tatkala terimbau detik pertemuan yang indah untuk dikenang. Alangkah indahnya saat itu. Andai bisaku mengulang waktu hilang dan terbuang, kan ku sematkan kenangan bersamamu teman.








Ma’assalamah wa illalliqa…~~(“,)

Thursday, February 10, 2011

in my opiniON...


~~~LEGASI LIMA~~~

Langkah

Enigma

Generasi

Aspirasi

Sentuhan

Islam

LIqa

MAhabbah

picnic JOM!








Tarikh : 3 Febuari 2011

Masa : 11 pagi

Objektif : PICNIC AT PANTAI MURNI

Pertama dan selamanya marilah melimpahkan rasa syukur kepada pemilik semesta ini.kerna hari ini detik ini dan saat ini kita masih lagi berpeluang mengecap nikmatNya yang tidak terbatas telah pun dianugerahkan buat kita semua. Pada hari Khamis 3 Febuari 2011, satu pertemuan telah diatur dan berlangsung dengan sempurna buat kedua kalinya. Terdetik rasa rindu dengan kenangan yang selalu terbayang di layar minda bersama kalian. Program bermula lewat tengahari ekoran beberapa kesulitan kecil yang menganggu. Namun ianya tidak menjejaskan agenda yang telah rapi diatur. Antara agenda yang berlangsung sepanjang pertemuan:

* PENGENALAN KPD ALUMNI

* PENGENALAN KEPADA JAWATANKUASA TERLANTIK

* Kesepakatan YURAN AKTIVITI sebanyak RM30 setahun

* MEDIUM PERANTARAAN SEMASA

BLOG/FB/YAHOO MESSENGER/YAHOO GROUP…

* USUL AKTIVITI

-Grand reunion

-BBQ -tanjung dawai

-pulau bunting

* SESI BERGAMBAR

Setelah menyudahi agenda terakhir, rakan sahabat mengambil peluang untuk menjelajah tempat-tempat menarik disekitar daerah Yan. Masing-masing saling berceloteh perihal persekitaran baru modal santapan telinga. Ukhuwah yang sekian lama terhenti kini terjalin kembali. Terlihat senyuman kebahagiaan tika salam disapa, tangan menyambut, mahabbah bertaut. Diharapkan kalian sentiasa berdiri beiringan untuk kita sama-sama melangkah ke daerah baru dalam mencari warna seindah pelangi. Wassalam..

Sunday, September 12, 2010

senaRai jaWataNkuasa AluMni (MUSLIMAT)

Jawatankuasa Alumni Generasi ke-5 Maktab Mahmud Yan. (MUSLIMAT)

Presiden

Nurul Ain Hazram

Setiausaha

Siti Raudohtul Asiah Mohd Zain

Timb. Setiausaha

Muna Mohd Rodzi

Bendahari

Sumaiyah Ramli

Exco perhubungan & informasi

Nur Shuhada A. halim

Exco kebajikan & Tugas Khas

Nuurshiraathal Firdaws Abd Rani

Exco dakwah & Pembangunan Insan

Siti Faridah Ahmad

Exco penerbitan & multimedia

Ummu Aiman Al-Abidah Zainal Abidin

Exco Aktiviti Luar

Khadijah Abu Bakar

Mas’ulah

1. Nurul Syuhada Mustaffa

(UUM,KUIN,UiTM MERBOK)

2. Nurul Hanim Abd Rozak

(UMT,UDM,UiTM TERENGGANU)

3. Muniroh Khalib

(UM,DQ,UPSI,USIM,UIAM,TAHFIZ KLANG,UiTM SHAH ALAM)

Friday, August 20, 2010

IftaR jama'ei...





Tarikh :15 Ogos 2010 (AHAD)
Masa : 5 p.m
Objektif Perjumpaan : Iftar Jama'ei
Lokasi : KL Sentral

Monday, August 2, 2010

Marhaban ya Ramadhan...


8 Kemuliaan Ramadhan.

Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.

Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah)

Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. Itu sebuah program superpenting dengan momen paling istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan.

Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:

1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)
Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa.”
Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Syahrul Mubarak
Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya
dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya.
Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 malam periode pertama penuh rahmat Allah, 10 berikutnya diisi dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan Rasulullah saw.

3. Syahru Nuzulil Qur’an
Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah dalam rangkaian ayat puasa, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan
(pembeda).” (Al-Baqarah: 185)
Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar.

4. Syahrus Shiyam
Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu. Maka sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci Allah).

5. Syahrul Qiyam
Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail.

6. Syahrus Sabr (bulan sabar)
Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.
Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.

7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)
Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan.
Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum pada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang yang berpuasa.

8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min
Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Para pedagang akan beruntung, orang yang jadi pegawai dapat kelebihan pendapatan dan sebagainya. Namun rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini.

Teman seperjuangan